Selasa, 26 Februari 2013

Mengenal Tuhan Secara Pribadi


Bagaimana kita dapat memiliki sebuah hubungan dengan Tuhan? Menunggu sebuah kilat yang menyambar? Memberikan diri anda kepada perbuatan-perbuatan agamawi yang tidak mementingkan diri sendiri? BUKAN itu semua. Tuhan telah menjelaskannya di dalam Alkitab bagaimana kita dapat mengenalNya. Artikel ini akan menjelaskan kepada saudara bagaimana saudara dapat memulai suatu hubungan bersama Tuhan secara pribadi, saat ini juga...

Surat Cinta Untuk Mantan Kekasih


Syallom.



Ehm, bagaimana kabarmu di sana? Ah, aku memang tak punya kata-kata lain untuk membuka surat ini selain menanyakan kabarmu. Semoga kamu baik-baik saja ya. Terus dalam lindungan Yang Mahakuasa, tetap diberikan limpahan berkatNya.

Tidak terasa sudah empat tahun kita berpisah dan tak lagi bersama. Entah bagaimana aku menyebutmu sekarang. Dulu aku selalu memanggilmu kekasih, sekarang aku terpaksa menyebutmu mantan kekasih. Ah, aku tak punya perbendaharaan kata lagi, kecuali menyebut dirimu dengan mantan kekasih. Entah kau akan kecewa atau sakit hati dengan sebutan ini. Biarlah, karena memang begitu keadaannya.

Betah Menjomblo Bukan Karna Tak Laku!!!


Hai all..

All right,, buat kamu-kamu yang jomblo a.k.a gak punya pacar, Malam mingguannya gimana kmrn? sama siapa? Sama keluarga di rumah, ok.. sama laptop sambil buka kompasiana atau facebook dan twitter ya? Nah,, ini benar-benar jomblo.
Buat saya pribadi sih, kata jomblo ‘gak enak kedengarannya, nampak kali lagi “kosong”nya.  Jadi saya lebih prefer ke kata LAJANG. Sama aja sih, Cuma kedengarannya lebih halus, gimana menurut kamu?
***

Mahasiswa vs Dosen.

Di sebuah ruang kelas, para mahasisawa sedang mengikuti mata kuliah Filosofi. Dosen yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan. “Ada yang pernah melihat Tuhan?”tanya si dosen. Semua diam tak menjawab. “Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?” si dosen bertanya lagi. Kali ini pun tak ada yang menyahut.“Ada yang pernah menyentuh Tuhan?” tanya dosen. Semua diam.“Kesimpulannya tidak ada Tuhan,” kata dosen senang. Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri bertanya,“Ada yang pernah melihat otak Pak Dosen?” Tak ada jawaban. “Ada yang pernah mendengar otak Pak Dosen?” Tak seorangpun menjawab.“Ada yang pernah menyentuh otak Pak Dosen?”Sekali lagi hening.“Kesimpulannya Pak Dosen tidak punya otak,” kata mahasiswa.

Coretan Romel Malensang


::MAHASISWA YANG BEBAS DARI EKSISTENSI SEMU::
-Romel K. Malensang-

Dalam perhelatan historisitas yang cukup panjang di bangsa ini, aspek kemahasiswaan secara konstektual seakan selalu diidentikan dengan sebuah eksistensi yang membawa perubahan, penuh semangat, progresif, inovatif, dan memiliki sensitivitas social yang tinggi. Peranan mahasiswa tercatat indah dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan mahasiswa tahun 1966, dan masih banyak lagi.